Jogja, Beritainternusa.com ,Gunung Kidul  – Pengembangan pembangunan pertanian diarahkan dalam rangka meningkatkan kemampuan para petani dan keluarganya guna mewujudkan pertanian yang maju dan tangguh. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan keterpaduan antara pendekatan wilayah, usahatani dan komoditas yang digelar dalam skala usahatani yang  mengarah kepada agrobisnis.

Keberhasilan pembangunan pertanian sangat ditentukan oleh dukungan nyata dari semua pihak pemangku kepentingan, baik pemerintah maupun masyarakat tani selaku pelaku utama maupun pihak lainnya.

itulah pentingnya hari ini kita berkumpul di sini,  ada pemerintah, ada DPRD,  ada KTNA,  GAPOKTAN/KLP TANI dan unsur MEDIA, untk berdiskusi cari solusi bertukar informasi seputar pertanian di gunungkidul, .

Slamet harjo S.pd.MM anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Ketua KTNA Gunung Kidul
Slamet harjo S.pd.MM anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Ketua KTNA Gunung Kidul

Tantangan dalam pembangunan pertanian secara umum adalah adanya kenyataan bahwa pertanian didominasi oleh skala usaha kecil, lahan sempit, modal terbatas, pendidikan rendah, sehingga produktivitas usaha,

tani yang dihasilkan masih rendah karena belum sepenuhnya mampu menerapkan teknologi spesifik lokasi, efisiensi dan belum mampu meningkatkan produksi yang pada akhirnya tingkat pendapatan masyarakat tani masih rendah. Disamping itu juga masih rendahnya posisi tawar menawar petani terhadap produksi yang dihasilkan.

Untuk mencapai hal tersebut, penyuluhan pertanian berperan dalam peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta mendorong sikap petani/nelayan agar lebih responsif terhadap kesempatan berusaha yang terbuka dan termotivasi untuk selalu berupaya lebih meningkatkan usahanya.

peserta sarasean Petani Gunung Kidul
peserta sarasean Petani Gunung Kidul

Dalam era pembangunan yang semakin kompleks dan kompetitif, dimana petani/nelayan dihadapkan pada tantangan yang semakin besar dalam keterkaitan usaha tani-nelayan dengan berbagai aspek lingkungan yang mempengaruhinya, serta persaingan dalam pemanfaatan dan penggunaan sumberdaya yang tersedia, penyuluhan pertanian semakin dituntut untuk lebih berperan dalam peningkatan sumberdaya manusia petani/nelayan menjadi warga negara yang potensinya dapat dikembangkan menjadi sumberdaya manusia yang mandiri dan berperan dalam pembangunan nasional.

Untuk meningkatkan peranan pertani/nelayan dalam pembangunan pertanian, khususnya dalam memecahkan berbagai masalah pembangunan pertanian diwilayahnya, dan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, dipilih Kontak Tani Nelayan Andalan ( KTNA)

KTNA Gunung Kidul akan turut berperan dalam pembangunan pertanian di daerah munpun pembangunan nasional, khususnya dalam sektor pertanian.

Pengembangan kelembagaan petani diharapkan semakin berkembangnya kemandirian kelompok sehingga mampu melaksanakan fungsi dan peranannya, dan petani nelayan yang sering menjadi obyek pembangunan akan berubah menjadi subyek pembangunan, dan mamapu mengambil keputusan sendiri serta secara swadaya mampu memperbaiki/meningkatkan kualitas hidup dan masyarakat lingkungannya.

salah satu peserta begitu hikmat dalam mendengarkan penyuluhan
salah satu peserta begitu hikmat dalam mendengarkan penyuluhan

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) sebagai perwakilan para petani diharapkan mampu dalam :

Berperan  aktif  untuk mendorong para petani memberikan perhatian yang lebih besar kepada sektor pertanian disamping sektor lainnya.

KTNA berperan aktif dalam melakukan supervisi dan advokasi kepada petani, agar mereka berperan aktif dalam pembangunan pertanian, khususnya dalam meningkatkan kemandirian dan daya saing petani menghadapi pasar global.

Mendorong penganekaragaman pangan melalui pola pangan beragam, bergizi dan berimbang untuk meningkatkan konsumsi daging, sayuran, buah-buahan dan berkarbohidrat non beras. Untuk itu perlunya kampanye POLA MAKAN-GIZI  BERIMBANG atau (3B+)

Kontak Tani Nelayan Anfalan (KTNA) adalah kontak tani yang diandalkan dan dipilih secara periodik menurut kesepakatan, dari oleh para kontak tani-nelayan dalam mewakili aspirasi petani-nelayan dalam forum dan atau kelembagaan ditingkat wilayah yang lebih tinggi.

Fungsi  KTNA adalah sebagai wadah musyawarah petani-nelayan dan sebagai mitra kerja pemerintah dalam pembangunan pertanian. Sesuai dengan fungsi tersebut, KTNA diarahkan untuk mampu berperan meningkatkan dan mengembangkan kemampuan para anggotanya dalam melaksanakan kegiatan Kelompok KTNA, antara lain :

    Melaksanakan kerjasama petani-nelayan

    Menyampaikan aspirasi petani-nelayan kepada pemerintah

    Memperoleh kebijakan pemerintah

    Menyiapkan/menumbuhkan kader-kader kontak tani-nelayan andalan.

Fungsi dan peranan KTNA tersebut diwujudkan melalui kegiatan-kegiatan seperti: mimbar sarasehan pagi ini dan penyelenggaraan rembug (rembug utama, paripurna, madya dan harian).

KTNA mempunyai ciri :

Memiliki kelompok tani diwilayahnya serta menjadi  pengurus yang diandalkan oleh kelompok  tani yang ada didesanya.

Mampu memimpin, mengorganisasi dan menggerakan kelompok tani-nelayan didaerahnya.

Mitra kerja pemerintah dan pengusaha serta membawa aspirasi petani- nelayan dalam memecahkan masalah yang dihadapi  dalam pembangunan pertanian

MITRA KERJA PEMERINTAH

Sebagai mitra kerja pemerintah, KTNA juga sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya selaku pelaku utama yang berhasil dalam usahanya dan warga masyarakat lainnya yang dengan kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh, maka KTNA diarahkan untuk lebih mandiri dan memiliki kemampuan-kemampuan dalam :

Berkomunikasi melalui berbgai media penyampai informasi

Menjadi penghubung antara pemerintah dengan petani dalam kegiatan pembangunan pertanian.

Memahami kebijakan pemerintah dan pembangunan pertanian serta tanggap akan aspirasi petani-nelayan anggota kelompok dan masayarakat pertanian lainnya.

Menyusun rencana kerja kelompok  sesuai dengan kepentingan petani-nelayan dan kepentingan nasional.

Melaksanakan berbagai metode penyuluhan pertanian seperti temu wicara, temu lapang dan berbagai metode lainnya.

Bekerjasama dengan peneliti dan penyuluh pertanian, serta memanfaatkan BPP sebagai sumber informasi dan markas kegiatan petani-nelayan.

Sebagai KTNA yang duduk dalam kelompok KTNA, disamping mampu melaksanakan peranan  dan  fungsinya sebagai kontak tani nelayan, juga diarahkan untuk memiliki kemampuan dalam :

Mengamati permasalahan pembangunan pertanian ditingkat wilayah kelompok KTNA yang bersangkutan

Mengerti dan menghayati keinginan dan aspirasi petani-nelayan ditingkat wilayah kelompok KTNA yang bersangkutan.

Berhubungan dengan unit kerja/instansi/badan usaha pemerintah, swasta, koperasi maupun lembaga-lembaga lainnya dalam mencari informasi dan fasilitas yang dapat dimanfaatkan petani-nelayan ditingkat wilayah kelompok KTNA yang bersangkutan.

Berperan serta dalam rembug dan mimbar sarasehan, membawa aspirasi dan permasalahan petani-nelayan yang diwakilinya.

Berdasarkan pengamatan dan informasi  yang  kami terima, selama ini keberadaan KTNA di

Sektor Pertanian Optimis Jadi Ujung tombak pembangunan ekonomi.

Banyak peluang yang harus ditangkap kelompok wanita tani dan pemuda tani atau taruna tani di Desa  seperti Desa Bleberan ini yg menyimpan potensi besar pariwisata air terjun Sri Getuk yang sudah populer ke mancanegara. Maka produk pangan olahan hasil pertanian organik Bleberan harus didorong sebagai penyangga pariwisata Sri Getuk sebelum produk oleh-oleh pangan dari

Desa Bleberan dipimpin kades baru Supraptono, yang juga kader petani berprestasi, hendaknya menangkap peluang pariwisata pertanian seperti gagasan kebun buah khas dan pengembangan kemajuan pertanian.

Pemkab Gunungkidul juga bersedia memfasilitasi poktan, KWT dan Taruna Tani mendapat registrasi atau legalitas badan hukum yang diamanatkan undang undang.

Demikian dikatakan anggota DPR Daerah Istimewa Slamet S.pd.MM  sebagai Ketua KTNA dalam acara Sarasehan Petani Gunung Kidul di Playen 18/2/18

Editor              : Red/Sur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here