Foto para Guru bahasa Indonesia Kal - Teng, saat rapat koordinasi

 

Baritainternusa.com, Palangka Raya – Kian dekatnya pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) menggiring semua pihak terkait melakukan serangkaian persiapan. Salah satunya adalah penyusunan soal USBN. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menggandeng komunitas guru mata pelajaran untuk turut berkontribusi dalam  penyusunan soal USBN. Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) sebagai komunitas guru mendapat tugas menyusun 80% soal, sedangkan Kemendikbud Pusat akan menyediakan 20% soal USBN dari total 100%.

Sejalan dengan itu, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMA Kota Palangka Raya siap untuk menyusun soal USBN. Sebagai langkah awal, para guru yang tergabung dalam komunitas itu telah menggelar musyawarah di SMAN 4 Palangka Raya, Jalan Sisingamangaraja III pada Selasa, 13 Februari 2018. Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Palangka Raya, Jaya Kusuma, S.Pd. mengatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi para guru untuk menyusun soal USBN.

Foto para Guru bahasa Indonesia Kal – Teng, saat rapat koordinasi

“Soal USBN akan kami susun secara bertim yang beranggotakan guru Bahasa Indonesia SMA Kota Palangka Raya. Tugasnya adalan mempersiapkan dan menyusun soal USBN sesuai standar yang mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). Ada dua soal yang akan disusun, yaitu soal Bahasa Indonesia (wajib) dan Bahasa dan Sastra Indonesia (peminatan). Keduanya meliputi soal tertulis pilihan ganda dan esai serta soal praktik. Soal akan disusun sesuai kisi-kisi USBN 2018 yang dikeluarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP),” katanya menjelaskan.

Menurutnya, soal harus sudah selesai tanggal 5 Maret 2018. Oleh karena itu, tim harus segera bekerja cepat tanpa mengabaikan ketelitian dan kecermatan dalam menyusun soal sesuai kaidah.

“Tim MGMP akan menyusun perangkat soal USBN yang meliputi kisi-kisi soal, kartu soal, rakitan soal, pedoman penskoran, dan tentu juga kunci jawaban. Soal terdiri dari soal utama dan soal cadangan. Dengan demikian, kami memfasilitasi SMA Kota Palangka Raya dengan menyusun soal yang akan menghadapi kegiatan USBN pada Maret nanti. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat membuat guru semakin terampil menyusun soal berstandar sebagai implementasi Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB),” tuturnya optimistis.

 

 

 

 

Pewarta           : Ady

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here