Sidang Alfian Tanjung

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Tim kuasa hukum Alfian Tanjung menunjukkan buku berjudul ‘Aku Bangga Jadi Anak PKI’ karangan Ribka Tjiptaning dalam sidang kasus cuitan soal ‘PDIP 85% isinya kader PKI’. Namun Hasto berkeberatan karena buku itu bukan bagian dari pokok perkara.

“Saya keberatan karena bukan pokok perkara,” ujar Hasto ketika bersaksi dalam sidang terdakwa Alfian Tanjung di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Namun tim kuasa hukum akhirnya menunjukkan buku tersebut di hadapan majelis hakim, jaksa penuntut umum, Hasto Kristiyanto, dan tim kuasa hukum Alfian Tanjung.

“Saya tahu buku itu, namun saya belum pernah baca isi bukunya,” ujar Hasto.

Selain itu, tim kuasa hukum menunjukkan sebuah video pernyataan Ribka Tjiptaning di salah satu stasiun televisi. Tim kuasa hukum mengkonfirmasi apakah Hasto mengenal Ribka.

“Kenal yang bersangkutan tadi. Itu video diambil tahun 2002?” tanya kuasa hukum Abdullah.

“Gambar itu Ribka, saya kenal, kalau pernyataan itu tidak tahu kalau dikaitkan materi. Tidak tahu otentik atau tidak,” ucap Hasto.

Hasto menyebutkan Ribka merupakan pengurus PDIP. Dia menjabat ketua bidang sosial dan penanggulangan bencana. Dia juga mengaku mengenal Ribka.

“Sebagai apa dia (Ribka) di PDIP?” tanya kuasa hukum.

“Ketua bidang sosial dan penanggulangan bencana,” jawab Hasto.

Kepada Hasto, kuasa hukum mengatakan heran PDIP disebut anti-PKI dan menganut ideologi pancasila, padahal PDIP pernah berkunjung ke Partai Komunis China.

“Konsistensi Anda diragukan ideologi Pancasila dan anti-PKI. Tapi PDIP juga kerja sama komunis, bagaimana tanggapan Sekjen Hasto?” tanya kuasa hukum.

“Bahwa buku itu anak PKI masuk parlemen, bukan saya PKI, bukan menyebarkan PKI. Sama dengan saat saya ketemu Habib Rizieq di Megamendung, 28 Januari 2017, banyak anak PKI berada di FPI. Beliau menyampaikan itu tapi mereka bukan PKI,” ujar Hasto.

“Kedua tentang bagaimana partai berkunjung, kita ini politik bebas aktif tanpa membedakan suku dan agama, makanya kami bertemu, melakukan studi banding dengan China, Mesir, dan kami datangi sebagai persahabatan,” lanjut Hasto.

Diketahui, Alfian Tanjung ditetapkan sebagai tersangka di Polda Metro dalam kasus cuitan ‘PDIP 85% isinya kader PKI’. Alfian disangka melanggar Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here