Foto: Fadli Zon di acara KAMMI.

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengkritik pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla yang belum menempati janji kampanye pada tahun 2014 lalu. Salah satunya membuat Pertamina yang lebih hebat ketimbang Petronas.

“Tentu arah sekarang tidak sesuai dijanjikan. Lalu tahun lalu arah dijanjikan, sekarang belum tahu janji belum ditepati misalnya Indosat tidak ada tanda-tanda buypack Indosat. Kemudian akan membuat Pertamina lebih hebat dari Petronas belum kelihatan tanda-tandanya,” kata Fadli.

Hal tersebut dia sampaikan saat memberikan sambutan di musyawarah kerja Nasional I Alumni KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) bertema ‘Arah Baru Indonesia’ di Royal Hotel Kuningan, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Sabtu (3/2/2018).

Selain itu, Fadli mengkritik kembali pembangunan 50.000 puskesmas yang berada di perbatasan. Namun saat ini menurutnya belum terlihat pembangunan puskesmas yang dijanjikan pemerintah.

“Lalu pembangunan 50.000 puskesmas dalam satu tahun, itu belum ada catatan. Kalau dihitung 27 puskesmas harus dibangun setiap hari tapi sampai saat ini belum lihat puskesmas yang dibangun,” jelas Fadli.

Dia juga menganggap arah pembangunan pemerintah belum jelas. Sebab, kata Fadli, harga sembako dan rata-rata masyarakat masih hidup miskin.

“Rata-rata rakyat Indonesia merasa hidup makin susah, harga juga rata-rata makin tinggi. Jadi di mana kesejahteraannya, jadi perlu jelas arah pembangunannya,” tutur Waketum Gerindra itu.

Fadli juga menyinggung soal aksi koleganya sesama Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah yang memberi kartu merah untuk Jokowi. Dia mendukung aksi itu.

“Pak Fahri keluarin kartu merah saya kebetulan dikasih kartu kuning. Kalau dikasih kartu merah saya keluarin kartu merah,” ucap Fadli.

Arti kartu merah itu menurut dia yakni Presiden Joko Widodo hanya cukup satu periode memimpin pemerintah. Sebab banyak janji Jokowi-JK yang dikatakan Fadli belum terpenuhi saat ini.

“Kalau saya kartu merah artinya cukup satu periode. Kalau melihat tentu banyak kekurangan dan kehidupan rakyat makin susah dan banyak janji belum terpenuhi,” ujar dia.

Sebelumnya, Presiden Keluarga Alumni (KA) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Fahri Hamzah mengkritik pemerintahan Jokowi-JK dengan mengeluarkan kartu merah. Menurut Fahri, pemerintah sudah kehilangan arah.

Aksi kartu kuning sebelumnya juga dilakukan Ketua BEM UI 2018, Zaadit Taqwa saat Presiden Jokowi mengunjungi Dies Natalis di Kampus UI, Depok, Jumat (2/2) kemarin. Dia mengatakan hal itu murni inisiatif BEM UI dan 6 fakultas lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here