Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH)

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Polda Metro Jaya menegaskan bakal tetap memanggil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Alghiffari Aqsa terkait pernyataannya di salah satu stasiun televisi soal kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Pada pemanggilan pertama Kamis (25/1/2018) lalu, Alghiffari Aqsa menolak datang untuk diperiksa. Ada sejumlah alasan mengapa dia sampai menolak diklarifikasi, salah satunya karena seorang advokat yang memiliki kode etik, sehingga tak sepatutnya dipanggil untuk memberikan kesaksian.

Menanggapi alasan itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, meski seorang pengacara polisi akan tetap memanggil Alghiffari untuk dimintai klarifikasi tentang pernyataannya tersebut. Hanya saja kapan Alghiffari bakal dipanggil ulang, tergantung  penyidik.

“Tetap kami minta klarifikasi, kan beda saat beracara (tugas pengacara) ataupun tidak,” ujar Argo kepada wartawan, Jumat (2/2/2018).

Menurut Argo, klarifikasi itu diperlukan untuk mengetahui apakah pernyataannya di stasiun televisi itu merupakan fakta hukum atau asumsi belaka. Apabila fakta hukum, tentunya bisa membantu pengungkapan kasus Novel Baswedan.

“Apabila itu asumsi, kan bisa menuduh orang yang mana melanggar norma agama dan norma hukum, itu tak diperbolehkan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here