Jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul – Gunungkidul kini memiliki sistem pengolahan air minum (SPAM) sistem pompa air tenaga surya (SPATS). Setelah Menristekdikti, Mohamad Nasir, meresmikan SPAM SPATS di Dusun Temuireng, Girisuko, Panggang, Gunungkidul, DI Yogyakarta.

“Alhamdulilah hari ini walaupun tidak ada aliran listrik dari PLN sistem pengolahan air minum sistem pompa air tenaga surya bisa beroperasi,” kata Nasir, seusai meresmikan SPAM SPATS di Dusun Temuireng, Kamis (1/2/2018).

Menurutnya, hadirnya SPAM SPATS ini bisa menjadi solusi buat masyarakat yang selama ini kesulitan air bersih. Meskipun selama ini di Desa Girisuko sudah ada tower yang kurang lebih sudah 10 tahun tidak difungsikan.

“Bapak Gubernur DIY (Sri Sultan HB X) 1,5 tahun lalu menyampaikan masalah ini. Akhirnya saat ini dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kami dapat menyelesaikan ini,” lanjutnya.

Nasir berharap nantinya prototype sistem ini dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Rencananya tampungan air yang ada dapat memenuhi kebutuhan air 269 keluarga di Dusun Temuireng.

“Dengan diresmikannya prototype sistem ini diharapkan dapat menjadi model sistem pengolahan air higienis dengan memanfaatkan tenaga energi terbarukan yang ramah lingkungan untuk dapat diterapkan di lokasi lainnya,” papar Nasir.

Peneliti BPPT Pusat, Asnatio Lasman menambahkan, peralatan SPAM SPATS ini murni memanfaatkan tenaga surya. Listrik yang dihasilkan dari tenaga surya tersebut nantinya berfungsi untuk memompa air untuk mencukupi kebutuhan warga.

Sementara Bupati Gunungkidul, Badingah menjelaskan, sebenarnya wilayah Gunungkidul memiliki sumber air melimpah. Namun karena kekurangan teknologi sumber air yang ada kurang maksimal dimanfaatkan warga.

“Ya harapan kami ke depan seluruh masyarakat di Gunungkidul yang selama ini berada di wilayah kekeringan bisa memperoleh layanan yang lebih baik,” pungkas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here