Suasana persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Direktur PT Billy Indonesia Suharto Martosuroyo mengaku lupa pernah bertemu Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) nonaktif Nur Alam. Keterangan Suharto pun diangkat Jaksa pada KPK tidak sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) miliknya sendiri.

Awalnya, jaksa menanyakan Suharto soal proses pengambilalihan PT Anugerah Harisma Barakah (AHB) oleh PT Billy Indonesia. Suharto mengaku hanya melakukan pengecekan sesuai dengan peta dan koordinat yang ada dalam IUP eksplorasi PT AHB.

“Kita lakukan penelitian di meja. Kita tentukan kawasan hutannya. Kemudian topografi, geologinya,” kata Suharto saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus suap izin tambang dengan terdakwa Nur Alam di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018).

Suharto juga melakukan pengecekan lapangan dan laboratorium. Saat itu, ia menyebut ada hasil laboratorium yang menunjukkan terdapat potensi nikel di lokasi sesuai IUP eksplorasi itu.

Selanjutnya, Suharto juga melakukan pengecekan ke Ditjen Minerba Kementerian ESDM. Hasilnya, ia mengaku tak ada tumpang tindih lokasi penambangan di area tersebut dan proses pengambil alihan akhirnya dilakukan.

Selain soal proses ambil alih PT AHB oleh PT Billy Indonesia, jaksa juga menanyakan soal kedatangan Nur Alam di kantor PT Billy Indonesia pada 9 Juli 2010. Kedatangan Nur Alam itu disebut terjadi usai PT Billy Indonesia melakukan RUPS pengambilalihan PT AHB.

Suharto mengaku tak ingat soal kedatangan Nur Alam. Jaksa kemudian membacakan keterangan Suharto saat diperiksa penyidik.

“Ini di BAP anda bilang selesai rapat pada siang hari saya kembali ke ruang kerja saya. Saya dengar ada suara bilang pak Gubernur datang. Saya lihat di ruangan rapat ada yang nyanyi selamat ulang tahun untuk pak Nur Alam,” kata jaksa membacakan BAP milik Suharto.

“Itu bukan keterangan saya. Waktu saya ditanya itu bahwa bukan saya ngomong itu ada,” jawab Suharto.

“Disampaikan, di sana ada selamat ulang tahun, (saya jawab) iya. Ada tumpengan, (saya jawab) iya,” sambungnya.

Menurut Suharto, saat itu ia hanya menjawab iya dari sejumlah peristiwa yang ditanya penyidik. Jaksa pun menyebut akan menghadirkan penyidik dan memutar rekaman.

“Nah anda jawab iya. Anda bilang bersalaman sama terdakwa. Benar tidak? Umur kita nggak tahu pak, tadi baru disumpah biar plong kita beri keterangan setelah ini. Benar tidak ini?” tanya jaksa.

“Tidak ingat saya,” jawab Suharto.

“Kalau ini Anda bilang tidak benar nanti kita hadirkan penyidik,” ucap jaksa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here