Jogja.beritainternusa.com, Kulon Progo – Proyek pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo tidak hanya berdampak terhadap rumah dan pekarangan milik warga, namun juga lahan pemakaman umum. Bulan Februari nanti, ditargetkan relokasi makam bisa selesai.

“Di Desa Glagah ada 7 tempat pemakaman, 4 sudah direlokasi kini tinggal 3 lagi. Februari kami rencanakan selesai relokasi,” kata Kepala Desa Glagah, Agus Parmono, kepada wartawan di Balai Desa Glagah.

Dari 7 makam di Desa Glagah, total ada sekitar 1.300 jenazah. Tiga makam tersisa yang akan direlokasi tersebut yakni sebuah makam keluarga, Makam Bapangsari, dan Makam Gunung Dumplong. Menurutnya, merelokasi makam tidak mudah karena butuh pendekatan persuasif kepada keluarga atau ahli waris.

Sebagai persiapan, tampak peti jenazah sudah dipersiapkan dan disimpan di Balai Desa Glagah.

“Nanti biaya relokasi pakai APBD, setiap jenazah sekitar Rp 1,5 juta, belum untuk urugnya,” jelasnya.

Pihak pemerintah desa berharap relokasi makam ini bisa berjalan lancar demi percepatan proses pembangunan bandara NYIA. “Makam berada di sekitar lahan untuk lokasi landasan pacu bandara,” terangnya.

Sementara itu, berdasar pendataan pemerintah desa, di Desa Glagah masih ada 23 bidang tanah yang akan kita konsinyasi dan dalam waktu dekat ada 20 bidang tanah yang akan segera dicairkan di balai desa Glagah.

“Total 43 bidang,” imbuhnya.

Sumber            : Dtk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here