jogja.beritainternusa.com, Gunungkidul -Tokoh pemuda yang banyak bergerak menangani sosial di Gunungkidul angkat bicara terkait pelayanan yang memprihatinkan Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD ) Wonosari.

Lewat relies yang di sampaikan redaksi jogja.beritainternusa.com Wisnu menyampaikan terkait pelayanan RSUD Wonosari jauh dari kata Prima,Salah satu contoh dan bukti yang di sampaikan adalah seorang bapak dari Kecamatan Rongkop yang tidak bersedia namanya di publikasikan datang sejak pukul 6.00 wib dan tidak menggunakan layanan BPJS agar anaknya yang sakit segera dapat di tangani ” Saya berangkat jam 6.00 wib dari Rongkop untuk ambil nomer antrian namun dapatnya juga selisih tidak jauh dari sampean mas pada hal saya tidak menggunakan layanan BPJS agar anak saya segera di tangani, namun tetap saja mas ” jelas bapak tersebut.

RSUD Wonosari, atrian  elektrik tapi melayani dengan No antrian manual.
RSUD Wonosari, atrian elektrik tapi melayani dengan No antrian manual.

Selain Soal antrian yang hanya menggunakan tulisan tangan ( spidol ) Wisnu juga menyoroti pelayan yang kurang ramah dan terkesan cuek dengan para pasien yang datang menanyakan pernasalahan tersebut, Saat di tanya oleh Wisnu petugas laki – laki yang tidak di sebutkan namanya dengan cueknya menjawab bahwa mesin antrian sedang rusak ” Maaf mas RSUD sekelas gini masa antrianya pakai tulisan tangan ( spidol ) ” tanya Wisnu dan di jawab oleh petugas bahwa mesinya Sedang rusak ” keterangan Wisnu melalui Releis.

Antrian pelayanan RSUD Wonosari
Antrian pelayanan RSUD Wonosari

Selain rilies dan menulis di sosmed, Wisnu juga telah melayangkan surat kepada Bupati Gunungkidul agar kejadian yang di rasakan oleh masyarakat Gunungkidul terkait pelayanan RSUD Wonosari bisa lebih di maksimalkan sehingga permasalahan yang setiap saat di rasakan warga Gunungkidul tidak terulang lagi.

Kontributor : Ady

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here