Presiden Republik Indonesia Joko widodo

 

Beritainternusa.com, Jakarta- Anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Muhammad Syafi’i atau biasa disapa Romo mengatakan jangan heran bila melihat Presiden Joko Widodo mengingkari janji kampanyenya.

Menurut Romo, Jokowi adalah presiden yang tidak konsisten dengan pernyataannya. Jadi, dia tidak terkejut melihat pemerintahan sekarang sibuk impor beras 500 ribu ton dan legalkan rangkap jabatan dalam kabinet.

“Saya justru kesulitan melihat konsistensi Pak Jokowi dalam statement-nya, dengan praktiknya memang itu yang dia praktekan selama ini. Jadi jangan heran bila Jokowi ingkar janji,” kata Syafi’i saat dihubungi di Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Oleh karenanya, Anggota Komisi III DPR ini meminta semua pihak tidak mempercayai begitu saja pernyataan Jokowi saat kampanye nanti di Pilpres 2019 mendatang.

Sebab, Jokowi sudah ingkar kepada janjinya untuk mewujudkan program Nawa Cita yang terdapat poin ketujuh yaitu kedaulatan pangan.

“Jadi sudah jangan dipercaya,” tutupnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo beralasan, masa kerja kabinet saat ini hanya tersisa satu tahun. Oleh karena itu, tak efektif apabila dilakukan pergantian di pos menteri perindustrian.

“Kita tahu Pak Airlangga ini kan di dalam, sudah jadi menteri. Ini kan tinggal satu tahun saja praktis ini kita. Kalau ditaruh orang baru ini belajar bisa enam bulan, kalau enggak cepat bisa setahun kuasai itu,” kata Jokowi usai melantik menteri dan pejabat baru hasil reshuffle kabinet, di Istana Negara, Rabu (17/1/2018).

Diketahui, pada Desember 2017, Airlangga Hartarto terpilih sebagai ketua umum Partai Golkar. Airlangga menggantikan Setya Novanto yang terjerat kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Jokowi beralasan mengizinkan Airlangga rangkap jabatan karena ia adalah sosok yang sangat mengerti mengenai dunia perindustrian.

Sumber: Teropong Senayan/MMB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here