Penampakan lokasi pencari suaka telantar di trotoar

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Kisah sejumlah pencari suaka dari negara lain yang telantar di trotoar di depan Rumah Detensi Imigrasi Jakarta ramai dibahas di media sosial. Banyak netizen yang merasa prihatin.

Rumah Detensi Imigrasi Jakarta, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (18/1/2017) siang. Para pencari suaka ini tampak telantar di trotoar sebelum akhirnya bubar mencari tempat berteduh karena hujan deras turun.

Para kaum pria berkumpul di pelataran ruko-ruko di sekitar lokasi sambil berteduh dari hujan. Beberapa di antaranya terlihat menggigil. Sementara para wanita dan anak-anak kebanyakan berteduh di Musala Al Istiqomah, Jalan Kalideres Permai, yang tidak jauh dari lokasi.

“Kalau hujan seperti ini, kita tidur di sini (emperan ruko-red). Hampir tiap hari hujan,” kata salah satu pengungsi asal Afganistan bernama Bashir Ibrahimi di lokasi, Kamis (18/1/2018). Dia bicara dengan bahasa Indonesia dicampur bahasa Inggris seadanya.

Bashir menyebut, para pencari suaka yang telantar di trotoar berasal dari negara Afganistan. Selain itu, ada juga dari Iran, Somalia serta Sudan. “Di sini sekitar 100 orang. Ada 11 orang anak dan 20 orang perempuan,” katanya.

Bashir menjelaskan, dia datang ke Rumah Detensi Imigrasi Jakarta bersama beberapa temannya sekitar seminggu yang lalu. Dia mengaku sudah 3 tahun di Indonesia dan kehabisan uang. Dia juga mengaku pernah tidur di depan kantor UNHCR (Lembaga PBB untuk pengungsi), di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, berharap bantuan, namun tidak ada hasil.

“Ada teman saya dari Indonesia bernama Harvin, dia bilang di Imigrasi mungkin bisa menampung. Akhirnya saya ke sini,” ucap Bashir.

Menurutnya, beberapa orang diperbolehkan masuk ke dalam Rumah Detensi Imigrasi Jakarta dan sisanya terpaksa bertahan di trotoar.

“Pas datang, ada petugas imigrasi yang menemui. Katanya 50:50 kita bisa masuk,” ujar Bashir. Selema seminggu itu, Bashir dan rekan-rekannya sesama pencari suaka bertahan hidup di trotoar sambil berharap ada bantuan.

Selama di depan Rumah Detensi Imigrasi, Bashir mengaku mendapat bantuan berupa makanan dan pakaian dari orang-orang atau pengendara yang lewat dan iba. “Tiap hari, ada saja yang datang memberi bantuan,” ujarnya.

Di trotoar ada banyak tumpukan kardus, selimut, tertutup terpal dan plastik. Di lokasi ini lah para pencari suaka ini bertahan hidup.

Salah seorang petugas menyampaikan, para pencari suaka ini datang sekitar tiga bulan lalu. Ada beberapa orang yang menurutnya sudah dipersilahkan masuk.

“Yang ibu hamil juga sudah kita bawa masuk. Tapi, terus banyak yang datang dan pergi,” kata petugas tersebut.

Kasus para pencari suaka yang menggelandang di depan Kantor Detensi Imigrasi Jakarta ini juga ramai dibahas di media sosial awal Agustus 2017 lalu. Saat itu, pihak Imigrasi sempat mengevakuasi mereka ke lapangan di dalam gedung dengan menempatkannya di tenda.

Kepala Rumah Detensi Imigrasi Jakarta saat itu, Buono Adi Sucipto, mengatakan gedung mereka sudah kelebihan kapasitas untuk menampung para pencari suaka tersebut. Karenanya, dia meminta Pemerintah Provinsi Daerah DKI Jakarta ikut aktif terlibat mengurusi masalah ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here