Gedung KPK

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali merombak susunan Kabinet Kerja. KPK memberikan ucapan selamat pada para pejabat baru yang telah dilantik Jokowi.

“Selamat bekerja untuk pejabat baru di Kabinet Kerja yang baru dilantik,” ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Rabu (17/1/2018).

KPK berharap para pejabat baru itu tetap mengutamakan pencegahan korupsi di institusinya masing-masing. Selain itu, tak lupa KPK mengingatkan para pejabat baru itu untuk menyetorkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

“KPK tentu berharap pencegahan korupsi tetap menjadi perhatian di masing-masing kementerian dan institusi yang dipimpin. Dan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 seluruh penyelenggaraan negara yang menduduki jabatan baru wajib melaporkan kekayaannya melalui LHKPN,” ucap Febri.

LHKPN penting sebagai bentuk transparansi keuangan pejabat kepada publik. Apabila para pejabat baru itu kesulitan dalam mengisi LHKPN, KPK siap memberikan pendampingan.

“Pelaporan LHKPN ini penting dilakukan sebagai bentuk transparansi pejabat pada publik sehingga selain kepatuhan melaporkan, isi laporan juga harus benar,” ujar Febri.

Selain itu, para pejabat baru itu diingatkan pula untuk menolak segala bentuk gratifikasi. Apabila memang ada pemberian, mereka diminta tak ragu untuk segera melaporkannya ke KPK.

“Kami ingatkan juga, agar jika ada pemberian yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan kewajiban atau tugas penyelenggara negara, maka hal pertama yang dilakukan adalah menolak. Namun, jika dalam kondisi tertentu hal itu tidak dapat dilakukan, misal jika diberikan secara tidak langsung, maka gratifikasi tersebut wajib dilaporkan ke KPK paling lambat 30 hari kerja,” jelas Febri.

“Komitmen mencegah korupsi sejak awal menjabat ini sangat penting untuk mendukung berjalannya tugas-tugas pemerintahan secara bersih,” sambungnya.

Pada pagi tadi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Sekjen Golkar demisioner Idrus Marham menjadi Menteri Sosial. Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko juga dilantik menjadi Kepala Staf Presiden (KSP) dan Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Di samping itu, ada Marsekal Yuyu Sutisna, yang juga dilantik Jokowi menjadi KSAU. Dia menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto, yang kini menjabat Panglima TNI.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here