Bos Tim Movistar Yamaha, Lin Jarvis

 

Beritainternusa.com, TAVULLIA – Kompetisi MotoGP 2018 akan segera bergulir pada 18 Maret di Sirkuit Losail, Qatar. Terdapat satu race tambahan yang sebelumnya berjumlah 18 menjadi total 19 seri balapan di musim ini. Sirkuit Buriram, Thailand masuk dalam kalender baru balapan profesional dunia pada tahun ini.

Bos Movistar Yamaha, Lin Jarvis menginginkan jumlah tes pramusim MotoGP dikurangi jika nantinya para pembalap dan tim menjalani 20 seri balapan. Pasalnya penambahan seri bakal kembali terjadi di 2019 lantaran Grand Prix (GP) Finlandia masuk dalam bagian jadwal tahun depan.

Jarvis menilai 20 seri balapan dalam satu musim terlalu banyak bagi pembalap dan tim. Ia menyebut pihak penyelenggara MotoGP harus mengurangi jumlah sesi uji coba agar balapan menjadi berimbang.

“Dua puluh balapan sangat banyak, bukan hanya bagi pembalap, tetapi juga kami (tim). Saya yakin ada rencana mengurangi satu tes musim dingin, supaya kami sedikit lebih berimbang,”ungkap Lin Jarvis, mengutip dari Motorsport, Selasa (16/1/2018).

“Menjalani sesi uji coba bisa melelahkan di akhir musim. Terlebih, pada tahun ini ada tambahan satu balapan di luar Eropa (Sirkuit Buriram, Thailand). Jelas kami tidak ingin lebih dari 20 balapan. Jika kami harus menjalani 20 balapan, maka seharusnya tes pramusim dikurangi,” jelasnya.

Di akhir MotoGP 2017, terdapat sesi tes pascamusim di Valencia sehari setelah race berlangsung. Hal itu dilakukan pembalap dan tim untuk menguji motor mereka. Selanjutnya, jelang kompetisi musim baru terdapat tiga sesi tes pramusim yang digelar di Sirkuit Sepang (Malaysia), Buriram (Thailand), dan Losail (Qatar).

Sirkuit Buriram, Thailand akan menjadi seri ke-15 di MotoGP 2018. Alhasil, total race di Asia musim ini menjadi tiga seri balapan yakni GP Thailand, Jepang, dan Malaysia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here