Penggagalan penyelundupan sabu dari Malaysia.

 

Beritainternusa.com, Karanganyar – Petugas Bea Cukai Surakarta menggagalkan penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia. Dua orang wanita diduga menyelundupkan barang haram itu melalui Bandara Adi Soemarmo. Hampir 2 kg methamphetamine atau sabu-sabu disita dari pelaku.

Para tersangka adaah Sarideh (25) membawa 970 gram sabu-sabu. Sedangkan Almira (21) membawa 972 gram sabu-sabu.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta, Kunto Prasti Trenggono, mengatakan penangkapan dilakukan pada Selasa, 9 Januari 2018 pukul 14.35 WIB.

“Mereka berangkat bersama dari Kuala Lumpur menggunakan pesawat Air Asia AK 356. Dicek melalui x-ray, kedapatan membawa kristal yang setelah diperiksa positif methamphetamine,” kata Kunto di kantor Bea Cukai Surakarta, Colomadu, Karanganyar, Rabu (10/1/2018).

Kedua tersangka merupakan TKI ilegal yang sudah sekitar 3 tahun belerja di Malaysia. Sarideh berasal dari Madura, sedangkan Almira berasal dari Lombok.

Adapun kasus tersebut terungkap atas kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo, Kantor Imigrasi Kelas I Surakarta dan TNI-Polri.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Tri Agus Heru, mengatakan telah mendapatkan informasi akan adanya penyelundupan narkoba. Petugas kemudian mencurigai kedua wanita tersebut.

“Sabu-sabu dimasukkan ke dasar kardus kemudian ditutup dengan barang-barang kebutuhan sehari-hari agar tidak kelihatan,” kata Tri Agus.

Sabu-sabu tersebut, kata Tri merupakan produksi Tiongkok yang diedarkan oleh bandar dari Malaysia berinisial RZ. Kedua tersangka dijanjikan imbalan Rp 30 juta per orang.

“Ini jaringan internasional Indonesia-Malaysia. Pengakuan tersangka, ini akan dibawa ke Jawa Timur melalui jalur darat. Tiba di sini katanya ada yang menjemput,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here