Pemukiman warga terendam banjir

 

Beritainternusa.com, Pati – Banjir menerjang 2 kecamatan di Kabupaten Pati. Sekitar 10 desa di Kecamatan Jaken dan Kecamatan Jakenan yang terkena bannir.

Di Kecamatan Jaken, banjir merendam beberapa desa diantaranya Desa Arumanis, Mantingan, Sumberagung, Trikoyo, Sumberejo, Lundo, Mojoluhur, Tegalarum, Kebonturi, dan Sumberan.

Kapolsek Jaken AKP Heri Teguh Rusianto menyebutkan, rata-rata ketinggian air mencapai 30 sampai 70 cm. Paling parah terjadi di Desa Trikoyo dan Mojoluhur yang ketinggiannya rata-rata 50 sampai 70 cm.

“Terjadinya bencana alam banjir tersebut disebabkan karena adanya hujan lebat yang terjadi mulai siang sampai petang, pada hari Jumat kemarin. Sehingga air mulai menggenangi wilayah Jaken pada malam hari hingga Sabtu dini hari,” kata Heri ketika dikonfirmasi, Sabtu (6/1/18).

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja kerugian materi terbilang cukup banyak. Area persawahan di kawasan tersebut direndam banjir. Rumah warga yang terbuat dari gebyok/papan kayu, ada yang hanyut. Barang-barang milik warga juga ada yang rusak dan sampai saat ini masih didata.

“Beberapa lahan sawah tanaman terendam banjir namun belum bisa ditaksir kerugianya,” katanya.

Sementara di Kecamatan Jakenan, AKP Suyatno menambahkan banjir mulai menerjang sekitar pukul 22.00 WIB malam hingga Sabtu (6/1/18) dini hari. Ketinggian air rata-rata 10 sampai 40 cm. Terdapat tiga titik di Kecamatan tersebut yang terendam banjir.

“Jembatan Glonggong sampai pertigaan Glonggong sepanjang 200 meter, dengan ketinggian air kurang lebih 10-40 cm. Pertigaan Glonggong sampai Gereja Glonggong sepanjang 100 meter, dengan ketinggian air kurang lebih 15 cm. Dan jalan Jakenan-Winong turut Dukuh Bangklean Desa Tambahmulyo juga tergenang,” kata Suyatno.

Ia memperkirakan, kejadian tersebut akibat luapan sungai Desa Glonggong karena hujan deras yang mengguyur cukup lama. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Banjir di daerah tersebut sering terjadi dikarenakan meluapnya air dari sungai. Sungai yang bersebelahan dengan jalan raya Jakenan-Winong ketika meluap langsung memenuhi jalan. Hal itu juga diakibatkan sungai tidak mampu menampung debit air kiriman dari Kecamatan Pucakwangi maupun Kecamatan Winong,” paparnya.

Para relawan dari sejumlah instansi, seperti BPBD, kepolisian, dan TNI nampak melakukan evakuasi warga di lokasi banjir tersebut. Hingga Sabtu (6/1/2018) siang, para relawan masih bersiaga di sekitar lokasi banjir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here