Foto: Gedung Bareskrim Jatibaru

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Polisi menangkap Zaenal Arifin (28), pemimpin redaksi (pimred) media bodong di Pati, Jawa Tengah. Zaenal menulis berita tentang kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh anggota DPR RI Komisi III F-Demokrat Mulyadi.

“Kami sampaikan bahwa pada tanggal 18 Desember 2017 kami dari siber telah menerima pengaduan pencemaran nama baik atau fitnah, korban adalah Ir Mulyadi dari anggota Komisi III Partai Demokrat tentang pencemaran nama baik beliau,” kata Kanit III Subdit II Bagian Penindakan Siber Bareskrim Polri AKBP Irwansyah, di kantornya di Jalan Jatibaru Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (5/1/2017)

Zaenal menulis berita tentang pengaduan istri Mulyadi, Mefiana Malinani ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) pada Selasa (5/12) lalu. Dia sengaja menulis berita konflik Mulyadi dan istrinya yang viral itu untuk menarik pembaca.

“Dari hasil pemeriksaan yang bersangkutan memang mengakui bahwa yang bersangkutan ini adalah Pemred juga sebagai admin. Dia (Zaenal) mengakui waktu itu mempalsukan berita tersebut karena pada saat itu viral,” ucap Irwansyah.

Dari hasil pemeriksaan, Zaenal mengaku menulis berita itu untuk kepentingan medianya. Polisi lalu berkoordinasi dengan Dewan Pers.

“Kemudian kami tindak lanjuti, jadi pencemaran nama baik beredar melalui portal berita aliansi rakyat news. Kemudian kami berkoordinasi dengan Dewan Pers disana portal berita itu tidak terdaftar, atas dasar itu kami tindak lanjuti dan melakukan upaya tangkap paksa,” ujar Irwansyah.

Zaenal ditangkap di kantornya di Jalan Ronggowasito, Pati, Jawa Tengah, Pukul 14.00 WIB, Kamis (4/1). Dia juga mengaku menulis berita bohong. Dia mengaku menyesal dan berjanji memberi klarifikasi.

Dalam proses pembuatan berita tersebut, Zaenal hanya mencomot tulisan yang tersebar di internet. Zaenal juga tak mengkonfirmasi Mulyadi terkait isu KDRT tersebut.

“Memang saya asal mencomot saja, terkait pemberitaan tersebut saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas perbuatan yang melawan hukum tersebut kepada Mulyadi dan saya berjanji akan memperbaiki nama Mulyadi di web aliansirakyatnews.com,” ujar dia.

Mulyadi sendiri mengaku telah menghubungi MKD atas berita dan laporan yang ditudingkan kepadanya. Dia juga tak menemui laporan istrinya atas pelanggaran etika berupa KDRT.

“Terhadap beberapa hal yang semuanya tidak benar, MKD sendiri sudah saya konfirmasi tidak tahu,” ucap Mulyadi di tempat yang sama.

Atas perbuatanya, Zaenal di kenakan pasal 45 ayat 3 Juncto 27 ayat 3 UU ITE tentang Pencemaran Nama Baik dengan ancaman hukum 4 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here