Kasubdit III Jatanras Polda Sumatera Selatan, AKBP Erlin Tangjaya mengaku akan menindak tegas pelaku kajehatan yang meresahkan masyarakat. Apalagi, saat beraksi mereka sampai melukai korban dan menyebabkan kematian.

 

Beritainternusa.com, Palembang – Pelarian Bustomi (27), yang dikenal sebagai ‘raja’ begal di wilayah Sumatera Selatan, berakhir usai ditembak polisi. Polisi menyebut tindakan itu diambil sebagai peringatan keras bagi pelaku begal dan kejahatan di bumi Sriwijaya.

Kasubdit III Jatanras Polda Sumatera Selatan, AKBP Erlin Tangjaya mengaku akan menindak tegas pelaku kajehatan yang meresahkan masyarakat. Apalagi, saat beraksi mereka sampai melukai korban dan menyebabkan kematian.

“Itu bentuk peringatan keras kita dari kepolisian dalam menindak tegas pelaku kejahatan. Semua pelaku kejahatan akan kita tindak tegas dan tembak jika terus melakukan perlawanan dan beraksi hingga mnyebabkan korban jiwa,” kata Erlin saat berbincang dengan wartawan, Sabtu (16/12/2017).

Dikatakan Erlin, banyaknya peredaran senjata api rakitan yang digunakan para penjahat dan kerap menyebabkan korban luka, bahkan tewas merupakan alasan utama polisi mengambil tindakan ini. Selain itu, ada pula pertimbangan Palembang sebagai salah satu tuan rumah Asian Games 2018, sehingga harus tetap kondusif dan aman.

“Kita tidak mau ada masyarakat yang menjadi korban kejahatan. Jadi begitu ada laporan kita langsung kejar pelakunya. Selain tindakan, kita juga selalu melakukan razia rutin premanisme,” sambungnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Zulkarnain Adinegara menyebut semua pelaku kejahatan akan disikat. Tidak ada ruang sekecil apapun untuk pelaku kejahatan merajalela di Sumsel.

“Saya sudah perintahkan semua jajaran, kalau ada pelaku kejahatan seperti begal dan rampok, langsung sikat semua. Mulai sekarang saya ingatkan, lebih baik menyerah atau kami kejar sampai dapat,” tegasnya.

Dari data kepolisian, Bustomi alias Tomi yang ditembak polisi karena melawan saat akan ditangkap memang dikenal kejam saat beraksi. Pelaku tidak segan-segan melukai korban yang melakukan perlawanan.

Terakhir, pelaku bersama 5 orang rekannya diketahui pernah membegal 4 guru yang sedang ‘konvoi’ di Kabupaten Pali pada 3 Oktober lalu. korban yang seluruhnya berprofesi sebagai guru di wilayah tersebut terpaksa harus kehilangan 2 sepeda motornya pada siang bolong setelah ditodong pakai senjata api rakitan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here