Beritainternusa.com, Bogor – Muhamad Amin (35) ditemukan tewas dengan kaki terpotong di eks Stasiun Gunungputri, Kabupaten Bogor. Dia tewas ditusuk menggunakan obeng karena terlibat cekcok dengan rekannya saat berpesta miras.

“Diketahui korban dan pelaku sempat meminum minuman keras bersama-sama. Kemudian ada percekcokan yang berujung perkelahian. Kemudian, korban ditusuk menggunakan obeng sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Kapolres Bogor AKBP Muhamad Dicky Pastika Gading di kantornya, Bogor, Selasa (12/12/2017).

Kasus ini terungkap usai polisi mengetahui identitas korban. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Jadi awalnya banyak dugaan terkait kematian korban, mulai dari kecelakaan kereta dan sebagainya. Kemudian dari hasil olah TKP terungkap kalau korban tewas dibunuh dengan cara ditusuk menggunakan obeng,” kata Dicky.

Setelah ditusuk pakai obeng, pria asal Klapanunggal, Kabupaten Bogor itu diseret ke arah rel kereta api. Diduga, korban sengaja meletakkan jasad Muhamad Amin di tas rel untuk menghilangkan jejak.

“Jadi bisa saja untuk menghilangkan jejak, sengaja diletakkan di tengah rel, dibiarkan (agar tertabrak kereta api),” kata Dicky.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Bimantoro mengatakan pelaku Nanang Kurniawan alias Ponco memang memiliki dendam kepada korban Muhamad Amin. Saat pesta miras, korban dan pelaku kembali cekcok karena perkara antar keduanya kembali diungkit.

“Jadi dulu ada masalah, kemudian pas pesta miras itu diungkit lagi, keduanya saling tersinggung dan terjadi keributan. Yang ikut pesta miras itu ada tiga orang, (yakni) korban, pelaku NK (Nanang Kurniawan) dan AM (Ajay Maulana),” kata Bimantoro.

“Ketika cekcok itu, pelaku NK ini tanya ada apa di bawah jok motor AM, kemudian ditemukan obeng, dan obeng itu digunakan untuk menusuk kepala korban,” imbuhnya.

Selain mengamankan Nanang Kurniawan dan Ajay Maulana, polisi juga mengamankan dua tersangka lainnya yakni Sofwa dan Semiyanto. Keduanya berperan sebagai penadah dan perantara motor Amin yang ikut dibawa kabur usai dibunuh.

Empat tersangka yang terlibat dalam kasus ini masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Bogor. Mereka dijerat Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, Pasal 365 KUHP ayat (4) tentang Pencurian dengan Kekerasan jo Pasal 480 KUHP tentang Penadahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here