Aryati, ibu kandung Nafal.

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Umartono Nafal Quryanto (28), pesepeda asal Indonesia yang tewas di jurang daerah Uttarakhand, India, sudah memiliki cita-cita bersepeda dari Indonesia ke Nepal sejak SD. Nafal meyakinkan tekadnya itu kepada sang ibu, Aryati, saat berpamitan untuk memulai perjalanannya.

“Ini keinginan saya dari mulai SD,” ujar Aryati menirukan ucapan Nafal saat berpamitan pergi. Nafal kala itu berpamitan sambil bersimpuh dan bersujud di pangkuan Aryati.

Aryati mengatakan, saat berpamitan, Nafal meminta doa dan restu untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya itu. Awalnya, Aryati memang tidak menyangka anaknya itu benar-benar akan berangkat ke Nepal. Ia juga sempat ragu dan berusaha mengalihkan rencana keberangkatan Nafal tapi tak berhasil.

Berbagai persiapan dilakukan Nafal, dari membangun jaringan dengan berbagai komunitas di dalam dan luar negeri, merakit sepeda, hingga menabung untuk biaya perjalanan. Pria yang bekerja di sebuah event organizer (EO) itu melakukan persiapan selama 3 tahun.

“Ini anak memang mandiri, dan bagi saya anak ini memang menyenangkan. Dia juga rakit sendiri itu sepedanya, jadi dia cicil, dia sisihkan uang gajiannya, dia beli dulu bannya, kemudian setang dan segala macam,” kata Aryati.

Saat berpamitan kepada ibu, Nafal berjanji akan pulang ke Indonesia pada Januari 2018, yakni setelah ia menyelesaikan perjalanan Indonesia-Nepal dengan sepeda.

“Dia bilang mau pulang Desember atau Januari, karena saya ulang tahun bulan Januari. Dia mau peluk saya erat nanti di hari ulang tahun saya. Tapi ini ada kejadian ini,” ucap Aryati.

Pihak keluarga yang awalnya merasa berat melepas kepergian Nafal ke Nepal akhirnya berbalik mendukung. Kakak kandung Nafal, Dewi Amalia, kemudian memberi Alquran untuk menemani perjalanan adiknya.

Dewi berharap Nafal aman dalam perjalanan dan selamat hingga pulang kembali ke rumah.

“Jadi dia (Nafal) memang sangat bisa meyakinkan kami. Baik itu sebelum berangkat maupun ketika dia dalam perjalanan. Dia selalu bilang, ‘I will be ok.’ Dia itu memang orang yang menyenangkan,” kata Dewi saat ditemui di kediamannya di Perumahan Terra Griya, Kota Bogor.

Pada 10 Mei 2017 atau sehari sebelum hari ulang tahunnya yang ke-28, Nafal berangkat dari Bogor menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Bersepeda Indonesia-Nepal dia mulai dari Batam.

“Nah dia mulai gowes itu dari Batam, terus ke Singapura, Vietnam, Thailand, Laos, Myanmar, sampai India sana. Jadi kalau dihitung itu, Nafal ini sudah lewati 7 Negara,” tutur Wahyu Indarto, kakak ipar Nafal.

Selain bersepeda ke Nepal, Nafal berencana mendaki pegunungan Himalaya sebelum pulang ke Indonesia. Dia juga berjanji akan menceritakan perjalanannya kepada keluarga.

“Jadi di Nepal itu sebenarnya dia sudah janjian sama senior pesepeda asal Bandung di Nepal. Katanya mau naik gunung juga di sana, di Himalaya,” ungkap Wahyu.

Sayang, perjalanan Nafal menuju negeri impiannya terhenti di jalur Uttarakhand, India. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal di tepi jurang bersama sepedanya di wilayah terakhir sebelum memasuki Nepal. Rencananya, jenazah Nafal akan tiba di Bogor pada siang nanti dan akan dimakamkan di TPU Dramaga, Bogor.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here