Alissa Wahid dan Cak Imin

 

Beritainternusa.com, Jakarta – Putri Abdurrahmad Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid menyindir pihak-pihak yang menjadikan ayahnya sebagai alat untuk mendulang suara politik.

Dalam cuitannya baru-baru ini, Putri sulung Presiden RI ke-4 ini menyuarakan bahwa orang-orang yang benar mencintai ayahnya tidak akan menjual Gus Dur untuk kepentingan politik.

Menurutnya, kemanusiaan lebih penting dari politik.

“Yang sejati mencintai #GusDur tidak akan menjual sosoknya hanya untuk mendulang suara politik. Mereka akan hadir justru saat ada warga yg dilemahkan. Bersama petani Kendeng, warga Ahmadiyah, korban bom, dst. Karena:

Lebih Penting dari Politik adalah Kemanusiaan – GusDur,” kata Alissa dalam unggahan Twitternya, Minggu (26/8/2018).

Lebih lanjut, Alissa menjawab cuitan seorang netizen yang menanyakan, apakah yang mencintai Gus Dur sama dengan mencintai PKB.

“Apakah yang mencintai #Gusdur sekarang ini sama dengan mencintai PKB, (haluan politiknya) ?” tanya akun @miekuotie.

Alissa menegaskan bahwa orang yang mencintai Gus Dur tidak harus sehalauan politik dengan PKB.

Menurut Alissa, sebelum wafat Gus Dur pernah menyampaikan bahwa Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum PKB tidak bisa dibiarkan.

Karena hal itulah, hingga saat ini Alissa menolak untuk dihasut.

“Tidak. GusDur saja menyampaikan langsung ke saya “mereka (PKB cak imin) gak iso dijarno, nak” 3 minggu sebelum beliau wafat. Saya menolak dihasut utk mengingkari ucapan Bapak saya sendiri, langsung kepada saya,” tegas Alissa.

Dalam tweet selanjutnya, Alissa Wahid mengatakan bahwa dirinya menolak untuk menjadikan ayahnya ‘alat jual suara’.

“Berbeda pandangan politik itu biasa.
Mengkhianati, lalu setelah GusDur wafat, menjadikan GusDur sebagai alat utk jualan suara, itu yang saya tolak.

Selama masih terjadi, selama itu saya menolak,” papar Alissa Wahid dalam unggahan twitternya, Senin (27/8/2018).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here