Balai Bahasa Kalimantan Tengah menggelar Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah

 

Beritainternusa.com, Palangka Raya – Resepsi dan apresiasi sastra bukan hanya memberikan rasa keindahan dan kesenangan kepada penikmatnya. Keduanya juga dapat membangkitkan penghayatan terhadap nilai-nilai kehidupan yang turut menguatkan karakter bangsa. Di dalam karya sastra banyak nilai yang dapat menumbuhkan sikap positif bagi pendidikan, bahasa, dan  pelestarian kebudayaan.

Salah satu upaya untuk meningkatkan apresiasi sastra adalah melalui kegiatan lomba musikalisasi puisi. Berkenaan dengan itu, Balai Bahasa Kalimantan Tengah menggelar Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Lomba yang bertema  “Melalui Lomba Musikalisasi Puisi Kita Tingkatkan Dinamika Pelajar dalam Meningkatkan Pendidikan dan Memajukan Kebudayaan” ini digelar di halaman Balai Kalimantan Tengah, Jalan Tingang Km 3,5 Palangka Raya.

Balai Bahasa Kalimantan Tengah menggelar Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah

Dalam kegiatan yang telah berlangsung selama dua hari ini, 3—4 Mei 2018, belasan tim dari SMA/MA telah berpartisipasi. Mereka dengan segala kreativitasnya telah tampil membawakan puisi wajib karya Abduk Wachid B.S. yang berjudul “Aku ingin Mencintaimu Sampai Senja” dan salah satu puisi pilihan, seperti puisi “Bangsa Ini” karya A. Mustofa Bisri, “Cerita Buat Luna” karya Acep Zamzam Noor, dan “Bahasa Bangsa” karya Muhammad Yamin. Para peserta kebanyakan tampil dengan warna khas etnik yang memikat. Kostum, alat musik tradisional dan nuansa lokal lainnya dipadu dengan kreativitas bermusikalisasi puisi. Meriah aplaus dan tepuk tangan pun berkali-kali menggema sebagai bentuk apresiasi para penonton.

Balai Bahasa Kalimantan Tengah menggelar Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah

Semua tim sudah berusaha tampil maksimal dan mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan pelajar, pendidik, praktisi seni, masyarakat penikmat sastra. Dewan juri yang sudah sangat berpengalaman dari Sanggar Bambu Yogyakarta, yakni Ikbal, Untung Basuki, dan Agus serta dari Balai Bahasa Kalteng, yakni Nurhadi dan Elis Setiati telah bekerja keras dan cermat serta independen memberikan penilaian terhadap performansi para peserta.

Babak final menampilkan enam tim terbaik yang berkesempatan untuk untuk kebolehan sekali lagi di hadapan dewan juri. Para siswa SMA itu berusaha tampil lebih maksimal lagi untuk merebut posisi terbaik yang pasti diharapkan semua tim.

Balai Bahasa Kalimantan Tengah menggelar Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah

“Luar biasa, keenam tim memang sangat pantas tampil sebagai finalis. Mereka sudah menunjukkan kepercayaan diri dan konsentrasi luar biasa. Semua punya penampilan yang bagus menunjukkan kemampuan bahwa para pelajar SMA dapat bermusikalisasi puisi dengan baik. Namun, harus diingat bahwa kemenangan dalam lomba ini bukan segala-galanya. Kekalahan dalam lomba juga bukan akhir segalanya. Yang penting besok atau ke depan kita tetap meningkatkan kreativitas. Lomba hanya salah satu pembangkit kreativitas, bukan satu-satunya,” tutur Untung, salah satu juri usai penampilan para finalis.

Balai Bahasa Kalimantan Tengah menggelar Lomba Musikalisasi Puisi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah

Akhirnya, para pemenang diputuskan dan diumumkan. Peraih juara I adalah SMAN 2 Palangka Raya, juara II SMA Golden Christian School, dan juara III SMAN 5 Palangka Raya. Sementara itu, juara harapan I adalah SMAN 1 Palangka Raya, juara harapan II SMAN 1 Senaman Mantikei, dan juara harapan III SMAN 4 Palangka Raya. Binar gembira tampak saat para pemenang menerima hadiah berupa trofi, sertifikat, dan sejumlah uang pembinaan.

“Selamat kepada para pemenang. Semua telah menampilkan kreativitas terbaik dalam bermusikalisasi puisi. Teruslah kreatif dan tidak berhenti pada lomba. Jadikan ini sebagai partisipasi para pelajar untuk meningkatkan dinamika dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memajukan kebudayaan,” tutur Kepala Balai Bahasa Kalteng, Drs. H. Haruddin, M.Hum., dengan senyum khasnya saat menutup kegiatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here